KAJASHA

Keluarga Alumni Jama'ah Shalahuddin

Jamaah Shalahuddin didirikan untuk menghapus sekat-sekat politis yang sangat panas dan kental waktu itu (1976-an). Aktivis JS berasal dari berbagai gerakan, dan semua menyatu dalam wadah dakwah kampus, Jamaah Shalahuddin UGM (Sejarah JS UGM). -------- Keluarga Alumni Jamaah Shalahuddin: silaturahim aja itu, kekeluargaan aja itu, kalau kita organisasi yang melakukan hal-hal yang praktis gitu…biasanya mandeg, entah itu kegiatan besar atau kegiatan politik atau kegiatan apa gitu malah mandeg, atau sekolah atau pendidikan malah mandeg. (Edi Meiyanto)


Alumni JS bikin software

Menjelang Launching Software Pengelolaan Klien Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Yogyakarta

sumber: Feriawan AN

Puji syukur kami panjantkan kehadirat Allah SWT akhirnya selesai juga pembuatan software SIM PSTW ini sehingga siap digunakan untuk kebutuhan database PSTW.

Awal gagasan penyusunan software ini bermula pada sekitar pertengahan bulan Juli 2010. Bapak Kepala saat itu, Bapak Drs Sulisno, secara sepintas menanyakan kepada saya tentang kemampuan saya untuk membuat sistem komputerisasi agar memudahkan bagi staff PSTW mencari data klien, penanggungjawab dan kontak person yang bersangkutan. Bukan sekedar menggunakan data MS Excell tetapi sesuatu yang lebih memudahkan lagi, kata beliau. Saat itu saya menyatakan sanggup.

Menjelang bulan Ramadhan, gagasan tersebut kembali diutarakan kepada saya, tetapi yang berbicara saat itu adalah Ibu Dra Setiawati Sujono, Kepala Seksi PJS, kembali mengutarakan kepada saya hal yang sama. Secara panjang lebar beliau mengutarakan kebutuhan-kebutuhan yang ada di PSTW terkait dengan komputerisasi data, mengingat PSTW selama ini telah menjadi panti percontohan di Indonesia. Akhirnya, sejak saat itulah terkonsep gagasan awal pembuatan software database ini. Read More

Alumni JS yang suka nulis

KAU TOLAK CINTAKU DENGAN BASMALLAH

Kisah cintaku
Sebuah Novel Otobiografi
By: Feriawan Agung Nugroho.
BAB I

Cintaku Yang Kandas

Namaku Feriawan Agung Nugroho. Umur 27 tahun. Lagi mencari jodoh untuk dijadikan pendamping hidupku. Katanya sih, juga untuk menjalankan sunatullah, sunnah nabi, melepas hasrat alami, dan lain sebagainya yang bisa saja dijadikan alasan. Intinya, saya ingin lawan jenis yang juga menginginkan saya sebagai lawan jenisnya sesuai syariat Islam.

Konon, sudah 5 kali saya ditolak. Meskipun, lebih banyak nolaknya (yang resmi 7 kali). Tetapi agaknya, lebih enak menceritakan di sini tentang peristiwa-peristiwa penolakan saya. Biasanya, laki-laki atau perempuan akan dengan bangga menceritakan peristiwa penolakannya terhadap seseorang daripada menderitakan ditolaknya dia oleh orang lain. Saya lain, saya lebih suka sebaliknya.

selengkapnya di http://feriawan.wordpress.com/novel-ktcdh-yg-tertunda/

Ketua Umum JS dari tahun ke tahun

Sumber FB  Kajasha

Berikut urutan Ketua Umum JS dari tahun ke tahun. Mohon yang kurang benar datanya, dilengkapi atau dibenarkan ya?

silakan tulis komentar koreksi atau apapun, yang penting tidak berbau sara.

 

1397 H / 1976-1977 M : Muslich Zainal Asikin (FT-Sipil)

1398 H / 1977-1978 M : Muslich Zainal Asikin (FT-Sipil)

1399 H / 1978-1979 M : Ahmad Fanani (FT-Arsitektur)

1400 H / 1979-1980 M : Syamhari Baswedan (FE)

1401 H / 1980-1981 M : Muhammad Thoyibi (Kedokteran)

 

1402 H / 1981-1982 M : Mansyur Romi (Kedokteran)

1403 H / 1982-1983 M : Fauzar Rohani (Pertanian)

1404 H / 1983-1984 M : Sujud Hernowo (FKT-alm)

1405 H / 1984-1985 M : Sujud Hernowo (FKT-alm)

1406 H / 1985-1986 M : Agus Priyono (FE)

 

1407 H / 1986-1987 M : Ahmad Bahrodin (FS)

1408 H / 1987-1988 M : Cholid Mahmud (FT-Sipil)

1409 H / 1988-1989 M : Cholid Mahmud (FT-Sipil)

1410 H / 1989-1990 M : Thonthowi Djauhari (FNT-alm)

1411 H / 1990-1991 M : Muhammad Wasis Wildan (FT-Mesin)

 

1412 H / 1991-1992 M : Muhammad Wajdi Rahman (Fisipol)

1413 H / 1992-1993 M : Triyatmo (FT-Mesin)

1414 H / 1993-1994 M : Syamsul Mua’arif Husda (FT-Mesin)

1415 H / 1994-1995 M : Sri Harjono (Fisipol)

1416 H / 1995-1996 M : Suhartono (Fisipol)

 

1417 H / 1996-1997 M : Hasto Karyantoro (Fisipol)

1418 H / 1997-1998 M : Muhammad Arif Rahman (FT-Nuklir)

1419 H / 1998-1999 M : Maschun Syarifuddin (Kedokteran)

1420 H / 1999-2000 M : Muhammad Hermawan Eriadi (MIPA-Fisika)

1421 H / 2000-2001 M : Fitrian Adhi Prabawa (FT-Sipil)

 

1422 H / 2001-2002 M : Budhi Handoyo Nugroho (MIPA-Statistik)

1423 H / 2002-2003 M : Hafidh Zaini (Kedokteran)

1424 H / 2003-2004 M : Yanuar Reza Yulias (TP)

1425 H / 2004-2005 M : Miftahul Huda (MIPA)

1426 H / 2005-2006 M : Sirojuddin Latif (TP)

 

1427 H / 2006-2007 M : Andi Prabowo (Hukum)

1428 H / 2007-2008 M : Nia Suryana (Pertanian)

1429 H / 2008-2009 M : Edi Nugroho (Hukum)

1430 H / 2009-2010 M : Syahril Aditya Ginanjar (FT-Elektro)

1431 H / 2010-2011 M : Aqil Wilda Arief (FT-Sipil)

 

1432 H / 2011-2012 M : Akhmad Arwyn Imamurrozi (Teknik Nuklir)

Who’s next ?

Gelanggang Mahasiswa : “Shalat Jumat bersama Rektor dan Aktivis terdahulu”

AddThis Social Bookmark Button

Sumber JS UGM

Siang itu, ada hal yang membuat beda dengan suasana Gelanggang Mahasiswa UGM. Siang yang cerah disertai sedikit mendung membuat suasana hati menjadi sejuk nan damai. Orang-orang berbondong-bondong menuju lapangan basket Gelanggang Mahasiswa. Ada apa gerangan ? Ternyata, hari itu (Jumat, 30 Desember 2011) Jama’ah Shalahuddin UGM mengadakan shalat Jumat di Gelanggang Mahasiswa. Bisa dikatakan, shalat Jumat ini merupakan shalat Jumat pertama kalinya di gelanggang mahasiswa setelah berpuluh-puluh tahun lamanya vakum. Tahukah kamu ? Berpuluh tahun yang lalu, tepatnya tahun 1976 Jamaah Shalahuddin UGM berdiri sebagai Lembaga Dakwah Kampus UGM. Saat itu pula, gelanggang sebagai pusat pergerakan mahasiswa termasuk Jama’ah Shalahuddin sendiri menjadikan tempat ini menjadi pusat pergerakan keislaman kampus biru ini. Mulai dari acara pengajian-pengajian, shalat Jumat, peringatan hari raya, shalat tarawih, dsb. Bak rerumputan di musim hujam, peserta selalu membanjiri setiap acara Jama’ah Shalahuddin di gelanggang mahasiswa pada masa itu.

Hal ini tiada mengherankan, karena tokoh-tokoh yang didatangkan memiliki kaliber di negri ini, sebut saja Prof. Amien Rais, Buya Hamka, dsb. Masa itu, negri ini berada di bawah kepemimpinan Soeharto dimana banyak orang beranggapan Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang otoriter. Semua kegiatan kemasyarakatan termasuk keagamaan dilakukan monitor oleh pemerintah. Setiap elemen yang menentang pemerintah maka akan dibungkam dan ditindak oleh pemerintah. Sehingga, barangkali menjadikan suasana hati tersendiri ketika hadir di khutbah-khubah yang diadakan oleh Jama’ah Shalahuddin di Gelanggang Mahasiswa, karena tokoh-tokoh yang didatangkan berani dan lantang memberikan kritikan-kritikan kepada pemerintah negri ini, seakan menjadi sandaran aspirasi masyarakat pada masa itu.

Shalat jumat kali ini sebagai khotib adalah Ir. Muslikh Zainal Asikin, MT, MBA (salah satu founding fathers Jama’ah Shalahuddin) dan sebagai imam adalah Drs.

Haryanto, M.Si. (Direktur Kemahasiswaan UGM). Shalat Jumat kali ini menjadi refleksi bagi mahasiswa Kampus Gadjah Mada. Bahwa gerakan mahasiswa yang dikelola dengan manajemen yang bagus akan memberikan andil yang besar untuk pembangunan negri ini. Turut hadir Prof. Soedjarwadi (Rektor UGM 2007-2012), dr. M. Mansyur Romi (Ketua Jama’ah Shalahuddin pertama, yang sekarang menjadi dosen di FK UGM), Prof. Indra Bastian, Ph.D. (Alumni Jama’ah Shalahuddin, yang s

 

ekarang sebagai dosen di FEB UGM) dan beberapa aktivis tahun 70-80’an. Paska Shalat Jumat Prof. Soedjarwadi selaku rektor UGM memberikan sambutan dan petuahnya. Beliau juga menguraikan mimpi-mimpi beliau terhadap pembangunan kampus ini dan tak lupa meminta

 

maaf apabila selama ini memimpin terdapat kesalahan, mengingat tak lama lagi Beliau selesai dari jabatannya dan dilakukan pemilihan rektor UGM yang baru.

 

Seusai Shalat, hadirin disuguhkan angkringan sebagai sajian khas mahasiswa Yogyakarta. Sambil menikmati hidangan sederhana nan merakyat, mahasiswa diajak melakukan refleksi akhir tahun 2011 bersama para aktifis terdahulu. Bercerita tentang epos perjaungan masa lalu, sebuah romantika gerakan mahasiswa yang penuh dengan kobaran semangat perjuangan yang memberikan hikmah tersendiri bagi peserta yang hadir.

 

Acara ini diakhiri dengan uraian yang disampaikan oleh Sdr. Arif Nurhayanto sebagai Ketua Jama’ah Shalahuddin yang baru, yakni periode 1433 H. //Oleh: Mamu Naidra (Teknik Elektro UGM 2009)


 

Mafahim Jama’ah Shalahuddin

sumber: http://vilanda.wordpress.com/2010/06/07/madzhab-jama%E2%80%99ah-shalahuddin/

(Pesan dari Alumni Jama’ah Shalahuddin tentang identitas JS)

Pak Haryanto, Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada, yang merupakan alumni Jama’ah Shalahuddin UGM, bercerita mengenai identitas Jama’ah Shalahuddin kepada para pengurus Jama’ah Shalahuddin 1431 H/2010 M, pada saat para pengurus tersebut melakukan silaturahim pada awal bulan Maret 2010. Saya adalah salah satu pengurus yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Beliau menceritakan asal mula dibentuknya Jama’ah Shalahuddin yang kemudian membentuk identitas Jama’ah Shalahuddin yang harus dipertahankan hingga kapan pun. Bahwasanya, saat itu- era 1976an- , kondisi perpolitikan di Indonesia sangtalah panas. Panas ini yang dilihat oleh para pendiri JS – Muslich Zainal Asikin, dkk.- adalah adanya politik tendenisus yang berlebihan oleh gerakan-gerakan mahasiswa saat itu, seperti PMII, HMI, dan GMNI. Poltik Tendenisus ini sampai berdampak kepada ranah-ranah akademik. Pak Haryanto menceritakan, dahulu jika ada mahasiswa yang memiliki afiliasi ke HMI sedangkan asisten dosennya adalah aktivis GMNI, maka nilai sang mahasiswa tersebut akan dikurangi, sebaliknya jika sama-sama dari GMNI, maka nilainya dibaguskan. Contoh lain, ketika ada aktivis GMNI yang sholat, maka langsung dicurigai, ”lah, kamu jadi anak HMI ya?”. nah hingga sebegitunya. Read More

Pak Edi Mey: Kajasha itu silaturahim dan kekeluargaan

Salah satu amanat yang diberikan oleh “majelis permusyawaratan kajasha” dalam acara Reuni dan Syawalan Kajasha 1432H lalu adalah penyusunan statuta kajasha sebagai arah gerak Kajasha ke depan. Untuk itu, presidium perlu segera menyusun statuta tersebut. Sebagai stimulan dalam penyusunan statuta itu, berikut redaksi tampilkan transkrip wawancara singkat dengan Bapak Edi Meyanto yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Redaksi:

Kajasha sebagai paguyuban alumni Jama’ah Shalahuddin tentunya membutuhkan arah gerak agar lebih rapi dalam beraktivitas. Bagaimana menurut Bapak kajasha ke depan?

 

Bpk Edi Meyanto:

silaturahim aja itu, kekeluargaan aja itu, kalau kita organisasi yang melakukan hal-hal yang praktis gitu…biasanya mandeg, entah itu kegiatan besar atau kegiatan politik atau kegiatan apa gitu malah mandeg, atau sekolah atau pendidikan malah mandeg. Karena kita terlalu divers, jadi bidangnya banyak sekali baik organisasi maupun latar belakang, dan kapasitas pun beda-beda. Sehingga kalau kita membuat organisasi yang sifatnya lebih ke teknis akan sulit itu. Misalnya pendidikan….ya nanti akan yang suka pendidikan aja, bisnis ya nantinya yg suka bisnis. Ini menurut pengalaman ya…jadi kita lebih ke bersifat forum komunikasi, lebih untuk mengkomunikasikan di antara kita semua, kekeluargaan, dan memfasilitasi teman-teman yang mau berkembang gitu. Nanti kalau ada hal-hal yang digagaskan yang membutuhkan kegiatan-kegiatan rill…ya biar kelompok kecil kelompok sendiri aja gitu. Misalnya mo buat bisnis ya kita bantu-bantu aja, tapi ketika bisnis itu berjalan ya udah itu di luar kajasha, kita gak ngurus itu. Read More

Laporan Dari Gelangganng

Gelanggang, ba’da ashar….

Setelah shalat ashar di maskam, menuju gelanggang bersama Arwin, Ketua JS 1432 H. Di sana sudah hadir Pak Muslih Zaenal Asikin, Pak Zulkifli Hasan (Anggota DPR RI), Pak Darish (Komisaris PT Kereta API), Pak Hernot (Dosen UNS), Pak Fauzan (kalau tidak salah), jauh-jauh dari Palembang, Andi Prabowo (Ka. JS 1427 H, Biro Hukumnya Astra), juga beberapa temen2 JS yang asyik mempersiapkan acara. Beragam foto jaman dulu JS, berbaris mengisi bagian utara Gelanggang.

Di bagian selatan, Spanduk tentang reuni dan syawalan dibentangkan. Sebagai latar belakang panggung mini yang berhias apa adanya. Antara utara dan selatan itu, antara rekaman jejak sejarah dan kreasi kekinian, mereka duduk sekedarnya, di atas tikar yang jauh dari kesan mewah. Bicara tentang pengalaman-pengamalan masa lalu mereka, yang selalu mencengangkan.. Dari sinilah spirit itu di teruskan..

Obrolan di lanjutkan di ruang rapat 3, atau apalah namanya. “Kita tidak dididik untuk kagum pada mereka yang bergelar doktor, tapi kita dididik untuk kagum pada mereka yang selalu membela ummat”., orasi Zulkifli Hasan dengan penuh semangat. Dari sinilah spirit itu di alirkan..

Obrolan ini menyangkut restrukturisasi Kajasha, dan menghasilkan presidium yang berjumlah 5 orang:

  1. Bapak Muslih Zainal Ashikin (pendiri sekaligus ketua JS pertama)
  2. Ust Kholid Mahmud (atau yang mewakili dari generasi beliau)
  3. Dr Yulianto Puji
  4. Miftahul Huda
  5. Rahmat Resmiyanto
Presidium ini bertugas untuk membahas dan membuat konsep Kajasha, membuat AD/ART, dan membentuk struktur Kajasha. Hasil pembahasan dan pembentukan ini akan dipresentasikan dalam Kongres Internasional Kajasha.
Agenda reuni berlanjut, gelanggang menjelang malam semakin gempita.. Dr. Yulianto Puji, Prof. Edy Meiyanto, Aprinus Salam (Dosen Sastra), Prof. Indra (Dosen Ekonomi), Pak Ghaffar, Dr. Purwadi (Rektor ISBUJA), Prof. Chairil Anwar, Pak Kusbariyanto, Ustadz Chalid Mahmud, Edy Dagadu, dan puluhan senior KAJASHA yang lain, berbincang. Di temani Mbak Kristi dan Mas Farid, alumnus Sanggar Shalahuddin, yang bernyanyi. Gelanggang menjadi magis, saat suara Mas Wahyudi Nasution, menyanyikan lagu Himne RDK.

 

(Teguh niat kami di bulan suci

Menjalankan firmanMu, Tuhan, Tuhan Allah

Generasi muda insan Islami

Memadu keindahan, iman, ilmu, dan amal

Reff:

Ramadhan di Kampus kami

Untuk menyadari

Tugas tanggung jawab kami dalam hidup ini

Dengan taqwa iman kepadaMu, Tuhan)

Dari sinilah spirit itu di alurkan..

 

Tamu istimewa malam itu adalah Bu Kuntowijoyo. Hadir beserta keluarganya. Memberikan testimoni, untuk mengenang Prof. Kuntowijoyo, sastrawan sekaligus sejarawan, juga pemikir muslim besar yang pernah dilahirkan Indonesia. Reuni dan syawalan hari itu (18 September 2011), merupakan ulang tahun Prof. Kuntowijoyo. Tapi bukan karena itu, mungkin, acara reuni ini di susupi acara “Mengenang Kuntowijoyo”. Tetapi, karena secara diam-diam, ilmuwan-ilmuwan KAJASHA, sedang mengembangkan pemikiran “Islam Profetik” nya Prof. Kuntowijoyo, untuk menjadi “Jalan Kedelapan”. Ia akan dimunculkan sebagai alternatif dari Kapitalisme yang kejam, Sosialisme yang bebal, Modernisme yang irrasional..

 

Dari sinilah sipirit itu dilahirkan..

Dari sinilah spirit itu dialirkan..

Dari sinilah spirit itu diteruskan..

Dari sinilah spirit itu dialurkan..

Ruh kita adalah pembaharuan.. Ruh kita adalah kepeloporan….

(dikutip dari tulisan Miftahul Huda dalam grup facebook Alumni_JS)

Undangan: Reuni, Syawalan 1432H, Serta Mengenang Profesor Kuntowijoyo

Jama’ah Shalahuddin merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam yang telah 35 tahun berdiri di kampus Universitas Gadjah Mada. Fungsinya sebagai lembaga dakwah kampus telah menjadikan organisasi ini sebuah tolak ukur keberlangsungan gerakan mahasiswa dalam bidang kerohanian. Lahirnya Jama’ah Shalahuddin pun merupakan  wujud pemersatu mahasiswa muslim yang saat itu terpecah ke dalam pergerakan yang saling bertentangan. Pelayanan terhadap umat merupakan ruh yang diusung oleh Jamaah Shalahuddin sehingga mampu mempertahankan eksistensinya sebagai lembaga dakwah kampus di salah satu universitas terbesar di Indonesia.

Selama 35 tahun berkiprah dalam upaya melayani mahasiswa muslim Universitas Gadjah Mada, masyarakat Yogyakarta dan gerakan perbaikan untuk Indonesia, banyak torehan sejarah yang berhasil digoreskan oleh para alumni yang layak untuk dikenang dan dijadikan inspirasi demi perbaikan berkelanjutan. Para alumni yang tergabung dalam Keluarga Alumni Jama’ah Shalahuddin (Kajasha) pun masih melakukan berbagai perbaikan dan pembangunan untuk Indonesia di berbagai bidang, dengan beragam posisi dan segmentasi. Reuni dan Syawalan Jamaah Shalahuddin 1432H diharapkan menjadi perekat ukhuwah antara kepengurusan aktif Jama’ah Shalahuddin 1432 H dengan KAJASHA, sehingga dapat menghadirkan kembali semangat ruh perjuangan dakwah Jama’ah Salahuddin dalam berbagai prespektif zaman sebagai bentuk pembelajaran dan perbaikan.

Dalam perjalanan nya, Jama’ah Shalahuddin banyak menghasilkan tokoh perubahan, baik dari Alumni sendiri maupun tokoh-tokoh yang dipoles dan diangkat dari agenda-agenda yang dilaksanakan. Di samping itu terdapat tokoh-tokoh dari dalam UGM maupun luar UGM yang selalu membersamai dan menginspirasi, sehingga laju Jama’ah Shalahuddin tetap dalam bimbingan dari para ahli. Dalam daftar teratas, Profesor Kuntowijoyo layak untuk dikedepankan. Selain pemikirannya yang mewarnai ruang-ruang ide dalam sejarah bangsa-bangsa, paradigma kombinasi intelektual-religiusitas yang disodorkannya turut pula menginspirasi anak-anak muda yang ketika itu berkarya di Jama’ah Shalahuddin sehingga mampu menghadirkan daya dobrak bagi perubahan dan perbaikan untuk sekelilingnya.

Karenanya Jama’ah Shalahuddin dan alumninya mengadakan reuni sekaligus syawalan serta menampilkan pementasan karya-karya Prof. Kuntowijoyo. Pementasa ini sebagai bentuk apresiasi Jama’ah Shalahuddin dan alumninya kepada Prof. Kuntowijoyo atas sumbangan-sumbangan intelektualnya terhadap bangsa Indonesia dan kemanusiaan. Rangkaian acara ini mengangkat tema “Napak Tilas Perjalanan Jama’ah Shalahuddin Sebagai Refleksi Masa Kini”.

Acara ini akan dilangsungkan pada hari Ahad, 18 September 2011, di Hall Gelanggang Mahasiswa UGM dengan rangkaian acara sebagai berikut:

1. Pameran foto kegiatan Jama’ah Shalahuddin 1976 – 2011

Hari/Tanggal     : Minggu- Kamis, 18-22 September 2011

Waktu                   : 10.00 – 21.00 WIB

Tempat                 : Hall Gelanggang Mahasiswa UGM

2. Restrukturisasi Kajasha dan Konsolidasi Jama’ah Shalahuddin aktif

Hari/Tanggal     : Minggu, 18  September 2011

Waktu                   : 16.00-17.30 WIB

Tempat                 : Ruang Sidang 1 Gelanggang Mahasiswa UGM
3. Malam reuni, syawalan, dan mengenang Profesor Kuntowijoyo

Hari/Tanggal     : Minggu, 18  September 2011

Waktu                   : 19.30-22.00 WIB

Tempat                 : Hall Gelanggang Mahasiswa UGM

 

Semoga dengan diadakannya serangkaian acara ini, Jama’ah Shalahuddin dan Kajasha selaku alumninya dapat bersinergi guna mewujudkan masyarakat yang lebih baik.

 

Rapat Perencanaan Reuni Akbar Kajasha

Perwakilan pengurus Jama’ah Shalahuddin dan perwakilan Kajasha mengadakan rapat koordinasi guna membahas rencana Reuni Akbar Kajasha pada jumat, 19 Agustus 2011, bertempat di rumah Bapak Aprinus Salam. Rapat diadakan pada malam hari, setelah shalat isya dan tarawih. Reuni kali ini akan sangat istimewa karena bertepatan dengan 35 tahun usia Jama’ah Shalahuddin, usia yang sudah cukup matang untuk bergerak maju menjadi pionir perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Dalam rapat tersebut, dibahas rencana konsep acara, rangkaian acara, hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan teknis, dan kepanitiaan. Rencananya, rangkaian acara akan terdiri dari pameran fotografi, ramah-tamah, dan malam kesenian yang mengangkat tema tentang almarhum Bapak Profesor Kunto Wijoyo. Pameran fotografi akan dimulai sejak jam 10:00 WIB hingga menjelang ashar, dilanjutkan dengan ramah-tamah hingga menjelang maghrib. Sedangkan malam kesenian akan dilangsungkan setelah shalat isya’ hingga selesai. Informasi selangkapnya akan dipublikasikan menyusul. (mukhlis.g)

Buka Puasa Bersama Kajasha

Kerinduan sebagian Kajasha untuk saling bersilaturahmi ahirnya terobati sudah. Silaturahmi itu diwujudkan dalam buka puasa bersama, pada 16 Agustus 2011, bertempat di rumah Bapak Edi Tri Cahyono, jalan Kaliurang Km.10, Yogyakarta.

Turut hadir dalam acara tersebut Bapak Edi Meyanto dan keluarga, Bpk Aprinus Salam, Bpk Abdul Ghoffar, Bpk Sholeh beserta keluarga, beberapa pengurus Jama’ah Shalahuddin, dan beberapa anggota Kajasha lainnya.

Acara berlangsung hangat. Acara dibuka oleh Bpk Edi Meyanto dengan memberikan kata sambutan, kemudian dilanjutkan ramah-tamah dengan perkenalan diri masing-masing peserta yang hadir. Perkenalan diri ini dimaksudkan agar setiap anggota kajasha yang hadir dapat saling mengenal lebih dekat satu sama lain. Dalam kesempatan itu pula, Bpk Edi Meyanto menyampaikan rencana penyelenggaraan Reuni Akbar Kajasha pada Ahad, 18 September 2011 mendatang. Reuni kali bertepatan pula dengan 35 tahun usia Jama’ah Shalahuddin.

Seusai ramah-tamah, acara dilanjutkan dengan iftar dan shalat maghrib, kemudian makan malam bersama. Anggota kajasha yang hadir juga berbincang-bincang ringan selama makan malam berlangsung. Perbincangan sedikit menyinggung rencan pembentukan Dana Sosial Kajasha yang beberapa waktu lalu juga telah dicetuskan oleh beberap anggota Kajasha. Acara Buka Bersama kali ini ditutup dengan canda ringan dan saling bersalaman dengan penuh harap semoga ukhuwah dan silaturahim ini tidak sekedar obrolan ringan, tetapi dapat berlanjut dengan aksi-aksi yang dapat berkotribusi positif terhadap Jama’ah Shalahuddin, UGM, dan Indonesia. (mukhlis.g)

  • Awan tag

  • Recent Comments

  • Meta