KAJASHA

Keluarga Alumni Jama'ah Shalahuddin

Jamaah Shalahuddin didirikan untuk menghapus sekat-sekat politis yang sangat panas dan kental waktu itu (1976-an). Aktivis JS berasal dari berbagai gerakan, dan semua menyatu dalam wadah dakwah kampus, Jamaah Shalahuddin UGM (Sejarah JS UGM). -------- Keluarga Alumni Jamaah Shalahuddin: silaturahim aja itu, kekeluargaan aja itu, kalau kita organisasi yang melakukan hal-hal yang praktis gitu…biasanya mandeg, entah itu kegiatan besar atau kegiatan politik atau kegiatan apa gitu malah mandeg, atau sekolah atau pendidikan malah mandeg. (Edi Meiyanto)


Alumni JS bikin software

Menjelang Launching Software Pengelolaan Klien Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Yogyakarta

sumber: Feriawan AN

Puji syukur kami panjantkan kehadirat Allah SWT akhirnya selesai juga pembuatan software SIM PSTW ini sehingga siap digunakan untuk kebutuhan database PSTW.

Awal gagasan penyusunan software ini bermula pada sekitar pertengahan bulan Juli 2010. Bapak Kepala saat itu, Bapak Drs Sulisno, secara sepintas menanyakan kepada saya tentang kemampuan saya untuk membuat sistem komputerisasi agar memudahkan bagi staff PSTW mencari data klien, penanggungjawab dan kontak person yang bersangkutan. Bukan sekedar menggunakan data MS Excell tetapi sesuatu yang lebih memudahkan lagi, kata beliau. Saat itu saya menyatakan sanggup.

Menjelang bulan Ramadhan, gagasan tersebut kembali diutarakan kepada saya, tetapi yang berbicara saat itu adalah Ibu Dra Setiawati Sujono, Kepala Seksi PJS, kembali mengutarakan kepada saya hal yang sama. Secara panjang lebar beliau mengutarakan kebutuhan-kebutuhan yang ada di PSTW terkait dengan komputerisasi data, mengingat PSTW selama ini telah menjadi panti percontohan di Indonesia. Akhirnya, sejak saat itulah terkonsep gagasan awal pembuatan software database ini.

Software ini digunakan untuk mengelola data klien Panti Sosial Tresna Werdha yang meliputi data administrasi pribadi (identitas pribadi, identitas keluarga, alamat asal dll), data medis (kondisi kesehatan klien di awal masuk panti, kondisi klien selama berada di panti, dll), data terkalit pengelolaan klien di panti seperti aktifitas sosial, aktifitas rohani, aktifitas pembinaan ketrampilan dan aktifitas apapun yang diikuti klien yang memperoleh pendampingan dari pekerja sosial di PSTW.

Software ini bermanfaat untuk pemantauan internal aktfitas PSTW oleh pengelola Panti, bahan evaluasi terhadap klien yang dilakukan oleh pengelola panti, digunakan untuk kepentingan ilmiah ataupun studi, digunakan untuk kepentingan praktis pengelolaan data klien seperti melacak penanggungjawab klien ketika klien meninggal, ketika klien sakit dll, ataupun digunakan untuk kepentingan arsip.

Data-data yang dimasukkan atau diinput dalam software ini mengacu kepada Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 4 / PRS-3/KPTS/2007 tentang PEDOMAN PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA DALAM PANTI.

Gagasan software yang awalnya hanya digunakan untuk memudahkan pencarian klien, penanggungjawab dan no HP serta alamatnya, berkembang menjadi gagasan untuk pendatabase-an seluruh aktifitas klien. Bagi saya, sangat muspro jika software ini nanti Cuma digunakan untuk sekedar itu, mengingat apa yang diutarakan oleh Bu Wati, semestinya kita sudah memiliki alat komputerisasi semua aktifitas klien. Aktifitas-aktifitas yang ada, sebisa mungkin tercatat dan terdatabase untuk kemudian diubah menjadi laporan siap saji yang bisa digunakan untuk kepentingan praktis seperti penulisan laporan pertanggungjawaban, pelengkap data untuk presentasi, sampai dengan untuk kepentingan kepentingan strategis seperti perencanaan kebutuhan, monitoring-evaluasi, kebutuhan untuk kepentingan akademik, serta hal-hal lain yang dimungkinkan dari pemanfaatan data-data yang diinput di komputer. Mengapa tidak?

Data yang akurat adalah bahan utama dari sebuah perencanaan strategis. Pengambilan kebijakan yang didukung oleh data akan memiliki tingkat pencapaian hasil yang relatif baik, memiliki tingkat kepercayaan yang kuat, dan juga memiliki validitas yang tinggi dalam konteks monitoring dan evaluasi. Berdasarkan pengalaman penulis, komputerisasi data yang diperlukan untuk tujuan di atas bisa dilakukan. Maka, seiring berjalannya waktu selesailah penyusunan software ini yang memiliki kemampuan untuk input data:

  • Data dasar klien, seperti identitas klien, identitas keluarga klien, penempatan klien di PSTW, dan disabilitas.
  • Data pengobatan klien,
  • Data hasil tes psikologis klien
  • Case Record Klien
  • Penilaian kegiatan klien dalam menerima pelayanan yang dilakukan oleh Panti sepeti: Pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar/fisik, pelayanan bimbingan sosial, pelayanan fisik dan mental, pelayanan bimbingan psikososial, pelayanan ketrampilan dan pelayanan rekreasi dan hiburan (sumber:Buku Panduan Manajemen Kasus Panti Lanjut Usia Dalam Panti, Diterbitkan oleh Direktorat Pelayanan Lanjut Usia, Direktorat Jendral Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial RI tahun 2010)

Dari input data di atas software ini mampu melakukan penyajian data klien, penyajian dalam bentuk grafik terkait data klien (misalkan saja sebaran klien berdasarkan alamat asalnya), grafik korelasional ataupun pivot table (tabulasi silang) yang menghubungkan variabel satu dengan variabel lain, misalkan saja antara perbandingan jenis kelamin klien dengan usia klien, dan pada waktunya nanti bisa dilakukan pemanfaatan untuk kepentingan akademis ataupun analisis statistik korelasional, misalkan menghubungkan antara usia klien dengan aktifitas klien dll.

Setelah posisi kepala panti mengalami pergantian dari Bapak Drs Sulisno kepada Bapak Drs Sutiknar, apresiasi dari Bapak Drs Sutiknar terhadap perancangan software ini sangat positif. Sesuai yang saya tangkap, Beliau memiliki pandangan dan gagasan lebih jauh tentang bagaimana pemanfaatan software ini untuk kepentingan-kepentingan kemajuan PSTW. Dari sanalah Beliah memberi masukan dan saran lebih lanjut untuk penyempurnaan software ini. Alhamdulillah.

Sejujurnya saya merasa beruntung mendapatkan amanah untuk menyelesaikan software ini, karena dari sini saya bisa secara praktis menumpahkan kemampuan saya di bidang IT, mengetahui tata kelola dan manajerial Panti, khususnya panti werdha, serta secara praktis mengamalkan ilmu yang penulis dapatkan untuk kepentingan umat dalam kerangka ibadah yang penulis tujukan hanya kepada Allah SWT.

Demikianlah cerita kancil tentang pembuatan software ini. Harapannya, tentu saja semoga software ini bisa memenuhi segala sesuatu sebagaimana yang dimaksudkan oleh Bapak Drs Sulisno, Bapak Drs Sutiknar, Ibu Dra Setiawati Sujono, Bapak dan Ibu Pekerja Sosial dan PJS di PSTW, Bapak dan Ibu di Tata Usaha serta teman-teman perawat. Terima kasih banyak, dan semoga bermanfaat.

 

 

Salam

Feriawan Agung Nugroho, S.Sos

Interface software bisa dilihat di bawah ini:

 

 

 

 

 

 

 

Alumni JS yang suka nulis

KAU TOLAK CINTAKU DENGAN BASMALLAH

Kisah cintaku
Sebuah Novel Otobiografi
By: Feriawan Agung Nugroho.
BAB I

Cintaku Yang Kandas

Namaku Feriawan Agung Nugroho. Umur 27 tahun. Lagi mencari jodoh untuk dijadikan pendamping hidupku. Katanya sih, juga untuk menjalankan sunatullah, sunnah nabi, melepas hasrat alami, dan lain sebagainya yang bisa saja dijadikan alasan. Intinya, saya ingin lawan jenis yang juga menginginkan saya sebagai lawan jenisnya sesuai syariat Islam.

Konon, sudah 5 kali saya ditolak. Meskipun, lebih banyak nolaknya (yang resmi 7 kali). Tetapi agaknya, lebih enak menceritakan di sini tentang peristiwa-peristiwa penolakan saya. Biasanya, laki-laki atau perempuan akan dengan bangga menceritakan peristiwa penolakannya terhadap seseorang daripada menderitakan ditolaknya dia oleh orang lain. Saya lain, saya lebih suka sebaliknya.

selengkapnya di http://feriawan.wordpress.com/novel-ktcdh-yg-tertunda/

Ketua Umum JS dari tahun ke tahun

Sumber FB  Kajasha

Berikut urutan Ketua Umum JS dari tahun ke tahun. Mohon yang kurang benar datanya, dilengkapi atau dibenarkan ya?

silakan tulis komentar koreksi atau apapun, yang penting tidak berbau sara.

 

1397 H / 1976-1977 M : Muslich Zainal Asikin (FT-Sipil)

1398 H / 1977-1978 M : Muslich Zainal Asikin (FT-Sipil)

1399 H / 1978-1979 M : Ahmad Fanani (FT-Arsitektur)

1400 H / 1979-1980 M : Syamhari Baswedan (FE)

1401 H / 1980-1981 M : Muhammad Thoyibi (Kedokteran)

 

1402 H / 1981-1982 M : Mansyur Romi (Kedokteran)

1403 H / 1982-1983 M : Fauzar Rohani (Pertanian)

1404 H / 1983-1984 M : Sujud Hernowo (FKT-alm)

1405 H / 1984-1985 M : Sujud Hernowo (FKT-alm)

1406 H / 1985-1986 M : Agus Priyono (FE)

 

1407 H / 1986-1987 M : Ahmad Bahrodin (FS)

1408 H / 1987-1988 M : Cholid Mahmud (FT-Sipil)

1409 H / 1988-1989 M : Cholid Mahmud (FT-Sipil)

1410 H / 1989-1990 M : Thonthowi Djauhari (FNT-alm)

1411 H / 1990-1991 M : Muhammad Wasis Wildan (FT-Mesin)

 

1412 H / 1991-1992 M : Muhammad Wajdi Rahman (Fisipol)

1413 H / 1992-1993 M : Triyatmo (FT-Mesin)

1414 H / 1993-1994 M : Syamsul Mua’arif Husda (FT-Mesin)

1415 H / 1994-1995 M : Sri Harjono (Fisipol)

1416 H / 1995-1996 M : Suhartono (Fisipol)

 

1417 H / 1996-1997 M : Hasto Karyantoro (Fisipol)

1418 H / 1997-1998 M : Muhammad Arif Rahman (FT-Nuklir)

1419 H / 1998-1999 M : Maschun Syarifuddin (Kedokteran)

1420 H / 1999-2000 M : Muhammad Hermawan Eriadi (MIPA-Fisika)

1421 H / 2000-2001 M : Fitrian Adhi Prabawa (FT-Sipil)

 

1422 H / 2001-2002 M : Budhi Handoyo Nugroho (MIPA-Statistik)

1423 H / 2002-2003 M : Hafidh Zaini (Kedokteran)

1424 H / 2003-2004 M : Yanuar Reza Yulias (TP)

1425 H / 2004-2005 M : Miftahul Huda (MIPA)

1426 H / 2005-2006 M : Sirojuddin Latif (TP)

 

1427 H / 2006-2007 M : Andi Prabowo (Hukum)

1428 H / 2007-2008 M : Nia Suryana (Pertanian)

1429 H / 2008-2009 M : Edi Nugroho (Hukum)

1430 H / 2009-2010 M : Syahril Aditya Ginanjar (FT-Elektro)

1431 H / 2010-2011 M : Aqil Wilda Arief (FT-Sipil)

 

1432 H / 2011-2012 M : Akhmad Arwyn Imamurrozi (Teknik Nuklir)

Who’s next ?

Gelanggang Mahasiswa : “Shalat Jumat bersama Rektor dan Aktivis terdahulu”

AddThis Social Bookmark Button

Sumber JS UGM

Siang itu, ada hal yang membuat beda dengan suasana Gelanggang Mahasiswa UGM. Siang yang cerah disertai sedikit mendung membuat suasana hati menjadi sejuk nan damai. Orang-orang berbondong-bondong menuju lapangan basket Gelanggang Mahasiswa. Ada apa gerangan ? Ternyata, hari itu (Jumat, 30 Desember 2011) Jama’ah Shalahuddin UGM mengadakan shalat Jumat di Gelanggang Mahasiswa. Bisa dikatakan, shalat Jumat ini merupakan shalat Jumat pertama kalinya di gelanggang mahasiswa setelah berpuluh-puluh tahun lamanya vakum. Tahukah kamu ? Berpuluh tahun yang lalu, tepatnya tahun 1976 Jamaah Shalahuddin UGM berdiri sebagai Lembaga Dakwah Kampus UGM. Saat itu pula, gelanggang sebagai pusat pergerakan mahasiswa termasuk Jama’ah Shalahuddin sendiri menjadikan tempat ini menjadi pusat pergerakan keislaman kampus biru ini. Mulai dari acara pengajian-pengajian, shalat Jumat, peringatan hari raya, shalat tarawih, dsb. Bak rerumputan di musim hujam, peserta selalu membanjiri setiap acara Jama’ah Shalahuddin di gelanggang mahasiswa pada masa itu.

Hal ini tiada mengherankan, karena tokoh-tokoh yang didatangkan memiliki kaliber di negri ini, sebut saja Prof. Amien Rais, Buya Hamka, dsb. Masa itu, negri ini berada di bawah kepemimpinan Soeharto dimana banyak orang beranggapan Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang otoriter. Semua kegiatan kemasyarakatan termasuk keagamaan dilakukan monitor oleh pemerintah. Setiap elemen yang menentang pemerintah maka akan dibungkam dan ditindak oleh pemerintah. Sehingga, barangkali menjadikan suasana hati tersendiri ketika hadir di khutbah-khubah yang diadakan oleh Jama’ah Shalahuddin di Gelanggang Mahasiswa, karena tokoh-tokoh yang didatangkan berani dan lantang memberikan kritikan-kritikan kepada pemerintah negri ini, seakan menjadi sandaran aspirasi masyarakat pada masa itu.

Shalat jumat kali ini sebagai khotib adalah Ir. Muslikh Zainal Asikin, MT, MBA (salah satu founding fathers Jama’ah Shalahuddin) dan sebagai imam adalah Drs.

Haryanto, M.Si. (Direktur Kemahasiswaan UGM). Shalat Jumat kali ini menjadi refleksi bagi mahasiswa Kampus Gadjah Mada. Bahwa gerakan mahasiswa yang dikelola dengan manajemen yang bagus akan memberikan andil yang besar untuk pembangunan negri ini. Turut hadir Prof. Soedjarwadi (Rektor UGM 2007-2012), dr. M. Mansyur Romi (Ketua Jama’ah Shalahuddin pertama, yang sekarang menjadi dosen di FK UGM), Prof. Indra Bastian, Ph.D. (Alumni Jama’ah Shalahuddin, yang s

 

ekarang sebagai dosen di FEB UGM) dan beberapa aktivis tahun 70-80’an. Paska Shalat Jumat Prof. Soedjarwadi selaku rektor UGM memberikan sambutan dan petuahnya. Beliau juga menguraikan mimpi-mimpi beliau terhadap pembangunan kampus ini dan tak lupa meminta

 

maaf apabila selama ini memimpin terdapat kesalahan, mengingat tak lama lagi Beliau selesai dari jabatannya dan dilakukan pemilihan rektor UGM yang baru.

 

Seusai Shalat, hadirin disuguhkan angkringan sebagai sajian khas mahasiswa Yogyakarta. Sambil menikmati hidangan sederhana nan merakyat, mahasiswa diajak melakukan refleksi akhir tahun 2011 bersama para aktifis terdahulu. Bercerita tentang epos perjaungan masa lalu, sebuah romantika gerakan mahasiswa yang penuh dengan kobaran semangat perjuangan yang memberikan hikmah tersendiri bagi peserta yang hadir.

 

Acara ini diakhiri dengan uraian yang disampaikan oleh Sdr. Arif Nurhayanto sebagai Ketua Jama’ah Shalahuddin yang baru, yakni periode 1433 H. //Oleh: Mamu Naidra (Teknik Elektro UGM 2009)


 

Mafahim Jama’ah Shalahuddin

sumber: http://vilanda.wordpress.com/2010/06/07/madzhab-jama%E2%80%99ah-shalahuddin/

(Pesan dari Alumni Jama’ah Shalahuddin tentang identitas JS)

Pak Haryanto, Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada, yang merupakan alumni Jama’ah Shalahuddin UGM, bercerita mengenai identitas Jama’ah Shalahuddin kepada para pengurus Jama’ah Shalahuddin 1431 H/2010 M, pada saat para pengurus tersebut melakukan silaturahim pada awal bulan Maret 2010. Saya adalah salah satu pengurus yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Beliau menceritakan asal mula dibentuknya Jama’ah Shalahuddin yang kemudian membentuk identitas Jama’ah Shalahuddin yang harus dipertahankan hingga kapan pun. Bahwasanya, saat itu- era 1976an- , kondisi perpolitikan di Indonesia sangtalah panas. Panas ini yang dilihat oleh para pendiri JS – Muslich Zainal Asikin, dkk.- adalah adanya politik tendenisus yang berlebihan oleh gerakan-gerakan mahasiswa saat itu, seperti PMII, HMI, dan GMNI. Poltik Tendenisus ini sampai berdampak kepada ranah-ranah akademik. Pak Haryanto menceritakan, dahulu jika ada mahasiswa yang memiliki afiliasi ke HMI sedangkan asisten dosennya adalah aktivis GMNI, maka nilai sang mahasiswa tersebut akan dikurangi, sebaliknya jika sama-sama dari GMNI, maka nilainya dibaguskan. Contoh lain, ketika ada aktivis GMNI yang sholat, maka langsung dicurigai, ”lah, kamu jadi anak HMI ya?”. nah hingga sebegitunya.

Nuansa politik tendensius ini memunculkan keresahan di sebagian pihak khususnya para pendiri JS, mereka berfikir,”nah, kalau begini terus, siapa nantinya yang ngurusi keislaman mahasiswa UGM yang bukan aktivis? kan kasian mereka tidak terpedulikan karena politik tendensius? gimana ya caranya supaya sekat-sekat gerakan mahasiswa ini dihilangkan?”. Atas dasar keresahan itulah, maka dibentuklah Jama’ah Shalahuddin UGM pada tahun 1976, yang pertama kalinya event Ramadhan Di Kampus dengan acara Maulid Pop dan Sholat Tarawih di Gelanggang. Setelah event ini berlangsung, nuansa politik tendensius itu mulai lah teredam. Jama’ah Shalahuddin diisi oleh orang-orang yang multi bentuk mahasiswa, mulai dari HMI, PMII, GMNI, islam abangan, yang belum berjilbab, masih ngrokok, Islam yang belum pernah sholat, dan lain sebagainya. Mereka bersatu dan melakukan kerja dakwah bersama-sama. Ini lah keindahan yang telah dituturkan beberapa alumni ke saya dibeberapa kesempatan silaturahim, seperti Pak Haryanto(Dirmawa UGM), Pak Abdul Ghofar(ex Dosen Ilmu Pemerintahan UGM), Pak Muslich Zainal Asiqin(pemilik Yayasan Piri), dan Pak Edi Meiyanto(wakil Dekan III Fakultas Farmasi UGM).

Atas dasar latar belakang pendirian Jama’ah Shalahuddin tersebut, maka ditetapkanlah oleh para pendiri bahwa ada madzhab sendiri yang dianut oleh JS, yaitu madzhab Jama’ah Shalahuddin. Bagaimana itu? Yaitu, ramai idiologi dan jenis orang, namun tetap rukun. Tidak boleh ada homogenisasi atau pengarahan pada satu bentuk pemahaman kelompok Islam di Jama’ah Shalahuddin. Setiap anggotanya ketika berada di Jama’ah Shalahuddin, harus mau melepas jaket kelompok ekstra kampusnya. Example : dulu Pak Haryanto adalah aktivis HMI, namun ketika berada di JS, ia melupakan HMInya, nanti setelah berada di luar JS, maka ia HMI kembali. Sehingga, di JS ini akan bersih dari politik kekuasaan antar gerkan islam.

Kesepakatan ini kemudian dikonstitusikan ke dalam Tata Gerak Jama’ah Shalahuddin pasal 4, yang hingga saat ini, masih disepakati dan belum ada yang ingin merubah pasalnya. Bunyi pasa tersebut adalah :

Pasal 4

Jama’ah Shalahuddin bersifat independen dan tidak berafiliasi pada organisasi massa dan organisasi sosial politik manapun.

Dari pasal tersebut, maka bisa diintrepresentasikan, baik secara formal maupun kultural, Jama’ah Shalahuddin dilarang untuk terikat dengan salah satu gerakan, ormas, atau kelompok Islam tertentu. Oleh karena itu, setiap anggota JS dilarang mempunyai strategi, baik terang-terangan atupun terselubung, untuk membuat JS memiliki khas pada salah satu partai/ kelompok Islam tertentu. Misal, si A karena anggota HTI, maka ia punya strtegi gimana caranya supaya JS ini mirip dengan HTI, bentuk dan arah perjuangannya sama seperti HTI. Atau, Si B yang anak Tarbiyah, demi menambah perolehan suara PKS di pemilu 2014, Si B ini melakukan upaya untuk menokohkan kader-kader PKS dengan cara mendominankan pengundangan Ustadz2/kader2 PKS untuk ngisi di kajian-kanjiannya JS atau Ramadhan Di Kampus.

 

Nah upaya seperti diatas itu dilarang di Jama’ah Shalahuddin. Jika kita—setiap individu yang ada di JS—punya motif seperti itu, maka sama saja kita menghianati perjanjian dan niat para pendiri Jama’ah Shalahuddin. Sedangkan Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. Seperti yang dirirmankan di Surat Al Anfal ayat 58 :

”Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.”

Serta,

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”

(QS. Al Anfal : 27)

Kita boleh melakukan strategi politik untuk menambah simpatisan kelompk islam kita, tetapi tidak di Jama’ah Shalahuddin, kalau di lembaga luar Jama’ah Shalahuddin mungkin tidak masalah asalkan di lembaga tersebut belum ada aturan tertulisnya. Misalkan : Si C adalah kader Partai Amanat Nasional, nah karena Si C ini paham akan larangan menghomogenisasi idiologi politik di JS, maka Si C melakukan strategi homogenisasi idiologi politiknya menggunakan SKI-SKI Fakultas atau BEM atau Kelompok-kelompok studi yang belum ada Tata Gerak yang melarang untuk berpolitik di dalam lembaga.

Kita boleh melakukan strategi untuk menambah kader harakah kita, tetapi jangan pakai JS. Pakai lah alat yang lain.

Selain itu, tidak ada ”penyaklekan mutlak” idiologi keislaman di JS. Misal, anda adalah kader Salafyin yang tidak suka dengan musik dengan berbagai macam dalilnya. Namun, bukan berarti Jama’ah Shalhuddin dilarang mengadakan acara musik untuk agenda-agenda dakwahnya karena di JS tidak hanya diisi oleh orang-orang salafiyin, ada NU, Muhamadiyah, dlsb, yang tidak mempermasalahkan musik. Namun, anda tidak perlu berubah untuk menjadi non-salafiyin akibat JS tidak Salafyin. Tetaplah menjadi Salafiyin, khusus untuk acara-acara yang anda tidak sepakati ya anda tidak perlu ikut berkecimpung. Berkecimpunglah pada acara-acara yang anda sepakati, misal kajian Tauhid, dlsb.

Begitu juga, tidak boleh ada ”penyaklekan mutlak” warna pemikiran islam dari salah satu kelompok pada sistem kaderisasi di JS, buku-buku yang wajib dibaca, sikap politik terhadap isu-isu kontemporer, dan lain sebagainya. Karena Jama’ah Shalahuddin bukan PKS, HTI, Salafyin, NU, Muhamadiyah, Persis, MMI, dan lain sebagainya. Tetapi, Jama’ah Shalahuddin adalah Jama’ah Shalahuddin. JS punya warna pemikiran tersendiri, yatu pural tetapi tetap rukun dan bisa bekerja sama.

So, gimana dong solusinya untuk sistem kaderisasi, sikap poltik, pengisi-pengisi kajian, dlsb? Jawabannya, ya mari kita pikirkan bersama-sama, yang mana pemikiran tersebut  murni dilakukan oleh internal JS sendiri. Tentu ada referensi yang digunakan, tetapi referensi tersebut tidak boleh satu jenis pemikiran. Artinya, tidak boleh ada copy paste saklek di JS. Contoh : jgn copy paste saklek bentuk kaderisasi sebuah harakah untuk dijadikan sistem kaderisasi di JS.

Kalau misal terjadi perdebatan dalam suatu diskusi, ya kembalikanlah kepada Al Qur’an dan As Sunah(QS. An nisa : 59), atau seburuk-buruknya jika mentok pakai fatwa Majelis Ulama Indonesia(MUI) saja. Karena di MUI itu isinya orang bermacam-macam bentuk pemikiran keislaman, tetapi bisa keluar satu fatwa.

Itulah Madzhab Jama’ah Shalahuddin. Yaitu, heterogen namun tetap rukun dan bisa bekerja sama. Semoga Madzhab ini dapat dipertahankan oleh para pengurusnya hingga akhir nadi Jama’ah Shalahuddin.

Sebuah ayat yang hendak direnungkan oleh stiap anggota JS agar Madzhab Jama’ah Shalahuddin ini dapat dipertahankan :

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

(QS. Al Hujaraat [49] : 10-11)

Dan Hadits :

Mukmin terhadap mukmin yang lain laksana satu bangunan yang saling memperkuat satu sama lain. ”

(HR. Al Bukhari, Muslim, Ahmad, An-Nasai, At Tirmidzi)

 

Wallahu a’lam bi showab.

written by : Megantara Vilanda

Sleman, 7 mei 2010

Pak Edi Mey: Kajasha itu silaturahim dan kekeluargaan

Salah satu amanat yang diberikan oleh “majelis permusyawaratan kajasha” dalam acara Reuni dan Syawalan Kajasha 1432H lalu adalah penyusunan statuta kajasha sebagai arah gerak Kajasha ke depan. Untuk itu, presidium perlu segera menyusun statuta tersebut. Sebagai stimulan dalam penyusunan statuta itu, berikut redaksi tampilkan transkrip wawancara singkat dengan Bapak Edi Meyanto yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Redaksi:

Kajasha sebagai paguyuban alumni Jama’ah Shalahuddin tentunya membutuhkan arah gerak agar lebih rapi dalam beraktivitas. Bagaimana menurut Bapak kajasha ke depan?

 

Bpk Edi Meyanto:

silaturahim aja itu, kekeluargaan aja itu, kalau kita organisasi yang melakukan hal-hal yang praktis gitu…biasanya mandeg, entah itu kegiatan besar atau kegiatan politik atau kegiatan apa gitu malah mandeg, atau sekolah atau pendidikan malah mandeg. Karena kita terlalu divers, jadi bidangnya banyak sekali baik organisasi maupun latar belakang, dan kapasitas pun beda-beda. Sehingga kalau kita membuat organisasi yang sifatnya lebih ke teknis akan sulit itu. Misalnya pendidikan….ya nanti akan yang suka pendidikan aja, bisnis ya nantinya yg suka bisnis. Ini menurut pengalaman ya…jadi kita lebih ke bersifat forum komunikasi, lebih untuk mengkomunikasikan di antara kita semua, kekeluargaan, dan memfasilitasi teman-teman yang mau berkembang gitu. Nanti kalau ada hal-hal yang digagaskan yang membutuhkan kegiatan-kegiatan rill…ya biar kelompok kecil kelompok sendiri aja gitu. Misalnya mo buat bisnis ya kita bantu-bantu aja, tapi ketika bisnis itu berjalan ya udah itu di luar kajasha, kita gak ngurus itu.

 

Redaksi:

apakah itu artinya kita hanya mensupport saja?

 

Bpk Edi Meyanto:

Ya support aja. Nanti kalau ngurus malah waktunya habis. Karena ini lebih bersifat kegiatan voluntir gitu lho…jadi ya siapa yang bersedia saja. Lebih cocok seperti itu tampaknya. Trus kita tu lebih ke komunikasi, informasi, dan sebagainya aktivitas utamanya itu adalah menyusun data base, itu yang lebih pentig, khususnya adalah anggota-anggota kita. Dan data itu bisa digunakan untuk pertemuan-pertemuan, siapa tahu udah….lebih ke situ.

Kalau kita ke teknis…wah nanti kita habis, dan itu cenderung kurang bisa mengakomodasi banyak keinginan. Organisasi alumni di mana-mana juga gitu kok. Kagama pun juga gitu kan…simpel itu. Biasanya kagama kalo ada unit bisnis ya biasanya terus bentuk unit bisnis sendiri gitu…dan itu di luar kagama.

 

Redaksi:

Kagama itu berperan ketika di awal peroses ya pak, pas pembentukan, untuk mensupport, setelah itu dilepas. Termasuk wisma kagama itu ya?

 

Bpk Edi Meyanto:

Iya…secara organisatoris itu diluar kagama,  tidak ada hubungannya itu. Tapi secar historis ada, atau secara kekeluargaan ada, jadi hubungan batin saja itu, tapi secara organisatoris itu ga ada.

Nah…kita belajar dari situ tu memang rupanya lebih cocok forum komunikasi, sehingga database itu menjadi penting. Media komuniasi juga penting. Jadi ada 2 aktivitas yang nanti itu diperlukan; yang prtama adalah membuat media komunikasi, dan yang kedua adalah membuat database. Jadi kegiatan yang lain-lain itu,….misalnya mengadakan pertemuan, buka bersama atau sejenisnya itu, untuk rapat bersama dsb. Jadi media informasi bisa dalam bentuk cetak yaitu majalah, atau bisa juga dalam bentuk visual yaitu websitenya itul. Dan mungkin sesekali bisa membuat isu-isu itu ga papa, tapi itu sesekali, tapi isu itu yg strategis, tidak yang asal, tidak membuat perbedaan yang sempit, itu kaitannya dengan moral dan etika, misalnya kita membuat ttg kemajuan bangsa harus bagaimana, membuat bangsa yg berguna…kita membuat rekomendasi2, kita diskusi mengundang pakar kajasha dsb, yang sifatnya supportif. Ya itu pernah kita lakukan, seperti seminar proftetik. Ya memang ada permintaan dan harapan dari teman2 untuk membuat sesuatu tapi ya itu tadi kita belum mampu untuk itu.

 

Redaksi:

Nanti matang di konsep tapi ga bisa jalan ya pak?

 

Bpk Edi Meyanto:

Di samping kita juga semua sibuk, kepentingan kita juga beda-beda. Sehingga kita kebanyakan kita itu ide saja, nanti siapa yg akan merealisasikan ide itu ya terserah saja tapi nanti itu lepas dari kajasha. Kita lebih cocok gitu, jadi kita gak selalu dibebani banyak hal.

 

Redaksi:

Nanti malah kontra produktif ya, nanti ketika bersepakat melaksanakan sesuatu kemudian tidak berjalan malah marah-marahan, sehingga malah jadi kontra produktif.

 

Bpk Edi Meyanto:

Apalagi kalau ada aspek legal hukum, itu akan berat juga nantinya.

 

Laporan Dari Gelangganng

Gelanggang, ba’da ashar….

Setelah shalat ashar di maskam, menuju gelanggang bersama Arwin, Ketua JS 1432 H. Di sana sudah hadir Pak Muslih Zaenal Asikin, Pak Zulkifli Hasan (Anggota DPR RI), Pak Darish (Komisaris PT Kereta API), Pak Hernot (Dosen UNS), Pak Fauzan (kalau tidak salah), jauh-jauh dari Palembang, Andi Prabowo (Ka. JS 1427 H, Biro Hukumnya Astra), juga beberapa temen2 JS yang asyik mempersiapkan acara. Beragam foto jaman dulu JS, berbaris mengisi bagian utara Gelanggang.

Di bagian selatan, Spanduk tentang reuni dan syawalan dibentangkan. Sebagai latar belakang panggung mini yang berhias apa adanya. Antara utara dan selatan itu, antara rekaman jejak sejarah dan kreasi kekinian, mereka duduk sekedarnya, di atas tikar yang jauh dari kesan mewah. Bicara tentang pengalaman-pengamalan masa lalu mereka, yang selalu mencengangkan.. Dari sinilah spirit itu di teruskan..

Obrolan di lanjutkan di ruang rapat 3, atau apalah namanya. “Kita tidak dididik untuk kagum pada mereka yang bergelar doktor, tapi kita dididik untuk kagum pada mereka yang selalu membela ummat”., orasi Zulkifli Hasan dengan penuh semangat. Dari sinilah spirit itu di alirkan..

Obrolan ini menyangkut restrukturisasi Kajasha, dan menghasilkan presidium yang berjumlah 5 orang:

  1. Bapak Muslih Zainal Ashikin (pendiri sekaligus ketua JS pertama)
  2. Ust Kholid Mahmud (atau yang mewakili dari generasi beliau)
  3. Dr Yulianto Puji
  4. Miftahul Huda
  5. Rahmat Resmiyanto
Presidium ini bertugas untuk membahas dan membuat konsep Kajasha, membuat AD/ART, dan membentuk struktur Kajasha. Hasil pembahasan dan pembentukan ini akan dipresentasikan dalam Kongres Internasional Kajasha.
Agenda reuni berlanjut, gelanggang menjelang malam semakin gempita.. Dr. Yulianto Puji, Prof. Edy Meiyanto, Aprinus Salam (Dosen Sastra), Prof. Indra (Dosen Ekonomi), Pak Ghaffar, Dr. Purwadi (Rektor ISBUJA), Prof. Chairil Anwar, Pak Kusbariyanto, Ustadz Chalid Mahmud, Edy Dagadu, dan puluhan senior KAJASHA yang lain, berbincang. Di temani Mbak Kristi dan Mas Farid, alumnus Sanggar Shalahuddin, yang bernyanyi. Gelanggang menjadi magis, saat suara Mas Wahyudi Nasution, menyanyikan lagu Himne RDK.

 

(Teguh niat kami di bulan suci

Menjalankan firmanMu, Tuhan, Tuhan Allah

Generasi muda insan Islami

Memadu keindahan, iman, ilmu, dan amal

Reff:

Ramadhan di Kampus kami

Untuk menyadari

Tugas tanggung jawab kami dalam hidup ini

Dengan taqwa iman kepadaMu, Tuhan)

Dari sinilah spirit itu di alurkan..

 

Tamu istimewa malam itu adalah Bu Kuntowijoyo. Hadir beserta keluarganya. Memberikan testimoni, untuk mengenang Prof. Kuntowijoyo, sastrawan sekaligus sejarawan, juga pemikir muslim besar yang pernah dilahirkan Indonesia. Reuni dan syawalan hari itu (18 September 2011), merupakan ulang tahun Prof. Kuntowijoyo. Tapi bukan karena itu, mungkin, acara reuni ini di susupi acara “Mengenang Kuntowijoyo”. Tetapi, karena secara diam-diam, ilmuwan-ilmuwan KAJASHA, sedang mengembangkan pemikiran “Islam Profetik” nya Prof. Kuntowijoyo, untuk menjadi “Jalan Kedelapan”. Ia akan dimunculkan sebagai alternatif dari Kapitalisme yang kejam, Sosialisme yang bebal, Modernisme yang irrasional..

 

Dari sinilah sipirit itu dilahirkan..

Dari sinilah spirit itu dialirkan..

Dari sinilah spirit itu diteruskan..

Dari sinilah spirit itu dialurkan..

Ruh kita adalah pembaharuan.. Ruh kita adalah kepeloporan….

(dikutip dari tulisan Miftahul Huda dalam grup facebook Alumni_JS)

Undangan: Reuni, Syawalan 1432H, Serta Mengenang Profesor Kuntowijoyo

Jama’ah Shalahuddin merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam yang telah 35 tahun berdiri di kampus Universitas Gadjah Mada. Fungsinya sebagai lembaga dakwah kampus telah menjadikan organisasi ini sebuah tolak ukur keberlangsungan gerakan mahasiswa dalam bidang kerohanian. Lahirnya Jama’ah Shalahuddin pun merupakan  wujud pemersatu mahasiswa muslim yang saat itu terpecah ke dalam pergerakan yang saling bertentangan. Pelayanan terhadap umat merupakan ruh yang diusung oleh Jamaah Shalahuddin sehingga mampu mempertahankan eksistensinya sebagai lembaga dakwah kampus di salah satu universitas terbesar di Indonesia.

Selama 35 tahun berkiprah dalam upaya melayani mahasiswa muslim Universitas Gadjah Mada, masyarakat Yogyakarta dan gerakan perbaikan untuk Indonesia, banyak torehan sejarah yang berhasil digoreskan oleh para alumni yang layak untuk dikenang dan dijadikan inspirasi demi perbaikan berkelanjutan. Para alumni yang tergabung dalam Keluarga Alumni Jama’ah Shalahuddin (Kajasha) pun masih melakukan berbagai perbaikan dan pembangunan untuk Indonesia di berbagai bidang, dengan beragam posisi dan segmentasi. Reuni dan Syawalan Jamaah Shalahuddin 1432H diharapkan menjadi perekat ukhuwah antara kepengurusan aktif Jama’ah Shalahuddin 1432 H dengan KAJASHA, sehingga dapat menghadirkan kembali semangat ruh perjuangan dakwah Jama’ah Salahuddin dalam berbagai prespektif zaman sebagai bentuk pembelajaran dan perbaikan.

Dalam perjalanan nya, Jama’ah Shalahuddin banyak menghasilkan tokoh perubahan, baik dari Alumni sendiri maupun tokoh-tokoh yang dipoles dan diangkat dari agenda-agenda yang dilaksanakan. Di samping itu terdapat tokoh-tokoh dari dalam UGM maupun luar UGM yang selalu membersamai dan menginspirasi, sehingga laju Jama’ah Shalahuddin tetap dalam bimbingan dari para ahli. Dalam daftar teratas, Profesor Kuntowijoyo layak untuk dikedepankan. Selain pemikirannya yang mewarnai ruang-ruang ide dalam sejarah bangsa-bangsa, paradigma kombinasi intelektual-religiusitas yang disodorkannya turut pula menginspirasi anak-anak muda yang ketika itu berkarya di Jama’ah Shalahuddin sehingga mampu menghadirkan daya dobrak bagi perubahan dan perbaikan untuk sekelilingnya.

Karenanya Jama’ah Shalahuddin dan alumninya mengadakan reuni sekaligus syawalan serta menampilkan pementasan karya-karya Prof. Kuntowijoyo. Pementasa ini sebagai bentuk apresiasi Jama’ah Shalahuddin dan alumninya kepada Prof. Kuntowijoyo atas sumbangan-sumbangan intelektualnya terhadap bangsa Indonesia dan kemanusiaan. Rangkaian acara ini mengangkat tema “Napak Tilas Perjalanan Jama’ah Shalahuddin Sebagai Refleksi Masa Kini”.

Acara ini akan dilangsungkan pada hari Ahad, 18 September 2011, di Hall Gelanggang Mahasiswa UGM dengan rangkaian acara sebagai berikut:

1. Pameran foto kegiatan Jama’ah Shalahuddin 1976 – 2011

Hari/Tanggal     : Minggu- Kamis, 18-22 September 2011

Waktu                   : 10.00 – 21.00 WIB

Tempat                 : Hall Gelanggang Mahasiswa UGM

2. Restrukturisasi Kajasha dan Konsolidasi Jama’ah Shalahuddin aktif

Hari/Tanggal     : Minggu, 18  September 2011

Waktu                   : 16.00-17.30 WIB

Tempat                 : Ruang Sidang 1 Gelanggang Mahasiswa UGM
3. Malam reuni, syawalan, dan mengenang Profesor Kuntowijoyo

Hari/Tanggal     : Minggu, 18  September 2011

Waktu                   : 19.30-22.00 WIB

Tempat                 : Hall Gelanggang Mahasiswa UGM

 

Semoga dengan diadakannya serangkaian acara ini, Jama’ah Shalahuddin dan Kajasha selaku alumninya dapat bersinergi guna mewujudkan masyarakat yang lebih baik.

 

Rapat Perencanaan Reuni Akbar Kajasha

Perwakilan pengurus Jama’ah Shalahuddin dan perwakilan Kajasha mengadakan rapat koordinasi guna membahas rencana Reuni Akbar Kajasha pada jumat, 19 Agustus 2011, bertempat di rumah Bapak Aprinus Salam. Rapat diadakan pada malam hari, setelah shalat isya dan tarawih. Reuni kali ini akan sangat istimewa karena bertepatan dengan 35 tahun usia Jama’ah Shalahuddin, usia yang sudah cukup matang untuk bergerak maju menjadi pionir perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Dalam rapat tersebut, dibahas rencana konsep acara, rangkaian acara, hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan teknis, dan kepanitiaan. Rencananya, rangkaian acara akan terdiri dari pameran fotografi, ramah-tamah, dan malam kesenian yang mengangkat tema tentang almarhum Bapak Profesor Kunto Wijoyo. Pameran fotografi akan dimulai sejak jam 10:00 WIB hingga menjelang ashar, dilanjutkan dengan ramah-tamah hingga menjelang maghrib. Sedangkan malam kesenian akan dilangsungkan setelah shalat isya’ hingga selesai. Informasi selangkapnya akan dipublikasikan menyusul. (mukhlis.g)

Buka Puasa Bersama Kajasha

Kerinduan sebagian Kajasha untuk saling bersilaturahmi ahirnya terobati sudah. Silaturahmi itu diwujudkan dalam buka puasa bersama, pada 16 Agustus 2011, bertempat di rumah Bapak Edi Tri Cahyono, jalan Kaliurang Km.10, Yogyakarta.

Turut hadir dalam acara tersebut Bapak Edi Meyanto dan keluarga, Bpk Aprinus Salam, Bpk Abdul Ghoffar, Bpk Sholeh beserta keluarga, beberapa pengurus Jama’ah Shalahuddin, dan beberapa anggota Kajasha lainnya.

Acara berlangsung hangat. Acara dibuka oleh Bpk Edi Meyanto dengan memberikan kata sambutan, kemudian dilanjutkan ramah-tamah dengan perkenalan diri masing-masing peserta yang hadir. Perkenalan diri ini dimaksudkan agar setiap anggota kajasha yang hadir dapat saling mengenal lebih dekat satu sama lain. Dalam kesempatan itu pula, Bpk Edi Meyanto menyampaikan rencana penyelenggaraan Reuni Akbar Kajasha pada Ahad, 18 September 2011 mendatang. Reuni kali bertepatan pula dengan 35 tahun usia Jama’ah Shalahuddin.

Seusai ramah-tamah, acara dilanjutkan dengan iftar dan shalat maghrib, kemudian makan malam bersama. Anggota kajasha yang hadir juga berbincang-bincang ringan selama makan malam berlangsung. Perbincangan sedikit menyinggung rencan pembentukan Dana Sosial Kajasha yang beberapa waktu lalu juga telah dicetuskan oleh beberap anggota Kajasha. Acara Buka Bersama kali ini ditutup dengan canda ringan dan saling bersalaman dengan penuh harap semoga ukhuwah dan silaturahim ini tidak sekedar obrolan ringan, tetapi dapat berlanjut dengan aksi-aksi yang dapat berkotribusi positif terhadap Jama’ah Shalahuddin, UGM, dan Indonesia. (mukhlis.g)

  • Awan tag

  • Recent Posts

  • Recent Comments

  • Meta