KAJASHA

Keluarga Alumni Jama'ah Shalahuddin

Jamaah Shalahuddin didirikan untuk menghapus sekat-sekat politis yang sangat panas dan kental waktu itu (1976-an). Aktivis JS berasal dari berbagai gerakan, dan semua menyatu dalam wadah dakwah kampus, Jamaah Shalahuddin UGM (Sejarah JS UGM). -------- Keluarga Alumni Jamaah Shalahuddin: silaturahim aja itu, kekeluargaan aja itu, kalau kita organisasi yang melakukan hal-hal yang praktis gitu…biasanya mandeg, entah itu kegiatan besar atau kegiatan politik atau kegiatan apa gitu malah mandeg, atau sekolah atau pendidikan malah mandeg. (Edi Meiyanto)


Archive for September, 2011


Laporan Dari Gelangganng

Gelanggang, ba’da ashar….

Setelah shalat ashar di maskam, menuju gelanggang bersama Arwin, Ketua JS 1432 H. Di sana sudah hadir Pak Muslih Zaenal Asikin, Pak Zulkifli Hasan (Anggota DPR RI), Pak Darish (Komisaris PT Kereta API), Pak Hernot (Dosen UNS), Pak Fauzan (kalau tidak salah), jauh-jauh dari Palembang, Andi Prabowo (Ka. JS 1427 H, Biro Hukumnya Astra), juga beberapa temen2 JS yang asyik mempersiapkan acara. Beragam foto jaman dulu JS, berbaris mengisi bagian utara Gelanggang.

Di bagian selatan, Spanduk tentang reuni dan syawalan dibentangkan. Sebagai latar belakang panggung mini yang berhias apa adanya. Antara utara dan selatan itu, antara rekaman jejak sejarah dan kreasi kekinian, mereka duduk sekedarnya, di atas tikar yang jauh dari kesan mewah. Bicara tentang pengalaman-pengamalan masa lalu mereka, yang selalu mencengangkan.. Dari sinilah spirit itu di teruskan..

Obrolan di lanjutkan di ruang rapat 3, atau apalah namanya. “Kita tidak dididik untuk kagum pada mereka yang bergelar doktor, tapi kita dididik untuk kagum pada mereka yang selalu membela ummat”., orasi Zulkifli Hasan dengan penuh semangat. Dari sinilah spirit itu di alirkan..

Obrolan ini menyangkut restrukturisasi Kajasha, dan menghasilkan presidium yang berjumlah 5 orang:

  1. Bapak Muslih Zainal Ashikin (pendiri sekaligus ketua JS pertama)
  2. Ust Kholid Mahmud (atau yang mewakili dari generasi beliau)
  3. Dr Yulianto Puji
  4. Miftahul Huda
  5. Rahmat Resmiyanto
Presidium ini bertugas untuk membahas dan membuat konsep Kajasha, membuat AD/ART, dan membentuk struktur Kajasha. Hasil pembahasan dan pembentukan ini akan dipresentasikan dalam Kongres Internasional Kajasha.
Agenda reuni berlanjut, gelanggang menjelang malam semakin gempita.. Dr. Yulianto Puji, Prof. Edy Meiyanto, Aprinus Salam (Dosen Sastra), Prof. Indra (Dosen Ekonomi), Pak Ghaffar, Dr. Purwadi (Rektor ISBUJA), Prof. Chairil Anwar, Pak Kusbariyanto, Ustadz Chalid Mahmud, Edy Dagadu, dan puluhan senior KAJASHA yang lain, berbincang. Di temani Mbak Kristi dan Mas Farid, alumnus Sanggar Shalahuddin, yang bernyanyi. Gelanggang menjadi magis, saat suara Mas Wahyudi Nasution, menyanyikan lagu Himne RDK.

 

(Teguh niat kami di bulan suci

Menjalankan firmanMu, Tuhan, Tuhan Allah

Generasi muda insan Islami

Memadu keindahan, iman, ilmu, dan amal

Reff:

Ramadhan di Kampus kami

Untuk menyadari

Tugas tanggung jawab kami dalam hidup ini

Dengan taqwa iman kepadaMu, Tuhan)

Dari sinilah spirit itu di alurkan..

 

Tamu istimewa malam itu adalah Bu Kuntowijoyo. Hadir beserta keluarganya. Memberikan testimoni, untuk mengenang Prof. Kuntowijoyo, sastrawan sekaligus sejarawan, juga pemikir muslim besar yang pernah dilahirkan Indonesia. Reuni dan syawalan hari itu (18 September 2011), merupakan ulang tahun Prof. Kuntowijoyo. Tapi bukan karena itu, mungkin, acara reuni ini di susupi acara “Mengenang Kuntowijoyo”. Tetapi, karena secara diam-diam, ilmuwan-ilmuwan KAJASHA, sedang mengembangkan pemikiran “Islam Profetik” nya Prof. Kuntowijoyo, untuk menjadi “Jalan Kedelapan”. Ia akan dimunculkan sebagai alternatif dari Kapitalisme yang kejam, Sosialisme yang bebal, Modernisme yang irrasional..

 

Dari sinilah sipirit itu dilahirkan..

Dari sinilah spirit itu dialirkan..

Dari sinilah spirit itu diteruskan..

Dari sinilah spirit itu dialurkan..

Ruh kita adalah pembaharuan.. Ruh kita adalah kepeloporan….

(dikutip dari tulisan Miftahul Huda dalam grup facebook Alumni_JS)

Undangan: Reuni, Syawalan 1432H, Serta Mengenang Profesor Kuntowijoyo

Jama’ah Shalahuddin merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam yang telah 35 tahun berdiri di kampus Universitas Gadjah Mada. Fungsinya sebagai lembaga dakwah kampus telah menjadikan organisasi ini sebuah tolak ukur keberlangsungan gerakan mahasiswa dalam bidang kerohanian. Lahirnya Jama’ah Shalahuddin pun merupakan  wujud pemersatu mahasiswa muslim yang saat itu terpecah ke dalam pergerakan yang saling bertentangan. Pelayanan terhadap umat merupakan ruh yang diusung oleh Jamaah Shalahuddin sehingga mampu mempertahankan eksistensinya sebagai lembaga dakwah kampus di salah satu universitas terbesar di Indonesia.

Selama 35 tahun berkiprah dalam upaya melayani mahasiswa muslim Universitas Gadjah Mada, masyarakat Yogyakarta dan gerakan perbaikan untuk Indonesia, banyak torehan sejarah yang berhasil digoreskan oleh para alumni yang layak untuk dikenang dan dijadikan inspirasi demi perbaikan berkelanjutan. Para alumni yang tergabung dalam Keluarga Alumni Jama’ah Shalahuddin (Kajasha) pun masih melakukan berbagai perbaikan dan pembangunan untuk Indonesia di berbagai bidang, dengan beragam posisi dan segmentasi. Reuni dan Syawalan Jamaah Shalahuddin 1432H diharapkan menjadi perekat ukhuwah antara kepengurusan aktif Jama’ah Shalahuddin 1432 H dengan KAJASHA, sehingga dapat menghadirkan kembali semangat ruh perjuangan dakwah Jama’ah Salahuddin dalam berbagai prespektif zaman sebagai bentuk pembelajaran dan perbaikan.

Dalam perjalanan nya, Jama’ah Shalahuddin banyak menghasilkan tokoh perubahan, baik dari Alumni sendiri maupun tokoh-tokoh yang dipoles dan diangkat dari agenda-agenda yang dilaksanakan. Di samping itu terdapat tokoh-tokoh dari dalam UGM maupun luar UGM yang selalu membersamai dan menginspirasi, sehingga laju Jama’ah Shalahuddin tetap dalam bimbingan dari para ahli. Dalam daftar teratas, Profesor Kuntowijoyo layak untuk dikedepankan. Selain pemikirannya yang mewarnai ruang-ruang ide dalam sejarah bangsa-bangsa, paradigma kombinasi intelektual-religiusitas yang disodorkannya turut pula menginspirasi anak-anak muda yang ketika itu berkarya di Jama’ah Shalahuddin sehingga mampu menghadirkan daya dobrak bagi perubahan dan perbaikan untuk sekelilingnya.

Karenanya Jama’ah Shalahuddin dan alumninya mengadakan reuni sekaligus syawalan serta menampilkan pementasan karya-karya Prof. Kuntowijoyo. Pementasa ini sebagai bentuk apresiasi Jama’ah Shalahuddin dan alumninya kepada Prof. Kuntowijoyo atas sumbangan-sumbangan intelektualnya terhadap bangsa Indonesia dan kemanusiaan. Rangkaian acara ini mengangkat tema “Napak Tilas Perjalanan Jama’ah Shalahuddin Sebagai Refleksi Masa Kini”.

Acara ini akan dilangsungkan pada hari Ahad, 18 September 2011, di Hall Gelanggang Mahasiswa UGM dengan rangkaian acara sebagai berikut:

1. Pameran foto kegiatan Jama’ah Shalahuddin 1976 – 2011

Hari/Tanggal     : Minggu- Kamis, 18-22 September 2011

Waktu                   : 10.00 – 21.00 WIB

Tempat                 : Hall Gelanggang Mahasiswa UGM

2. Restrukturisasi Kajasha dan Konsolidasi Jama’ah Shalahuddin aktif

Hari/Tanggal     : Minggu, 18  September 2011

Waktu                   : 16.00-17.30 WIB

Tempat                 : Ruang Sidang 1 Gelanggang Mahasiswa UGM
3. Malam reuni, syawalan, dan mengenang Profesor Kuntowijoyo

Hari/Tanggal     : Minggu, 18  September 2011

Waktu                   : 19.30-22.00 WIB

Tempat                 : Hall Gelanggang Mahasiswa UGM

 

Semoga dengan diadakannya serangkaian acara ini, Jama’ah Shalahuddin dan Kajasha selaku alumninya dapat bersinergi guna mewujudkan masyarakat yang lebih baik.

 

  • Awan tag

  • Recent Comments

  • Meta