Salah satu amanat yang diberikan oleh “majelis permusyawaratan kajasha” dalam acara Reuni dan Syawalan Kajasha 1432H lalu adalah penyusunan statuta kajasha sebagai arah gerak Kajasha ke depan. Untuk itu, presidium perlu segera menyusun statuta tersebut. Sebagai stimulan dalam penyusunan statuta itu, berikut redaksi tampilkan transkrip wawancara singkat dengan Bapak Edi Meyanto yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Redaksi:

Kajasha sebagai paguyuban alumni Jama’ah Shalahuddin tentunya membutuhkan arah gerak agar lebih rapi dalam beraktivitas. Bagaimana menurut Bapak kajasha ke depan?

 

Bpk Edi Meyanto:

silaturahim aja itu, kekeluargaan aja itu, kalau kita organisasi yang melakukan hal-hal yang praktis gitu…biasanya mandeg, entah itu kegiatan besar atau kegiatan politik atau kegiatan apa gitu malah mandeg, atau sekolah atau pendidikan malah mandeg. Karena kita terlalu divers, jadi bidangnya banyak sekali baik organisasi maupun latar belakang, dan kapasitas pun beda-beda. Sehingga kalau kita membuat organisasi yang sifatnya lebih ke teknis akan sulit itu. Misalnya pendidikan….ya nanti akan yang suka pendidikan aja, bisnis ya nantinya yg suka bisnis. Ini menurut pengalaman ya…jadi kita lebih ke bersifat forum komunikasi, lebih untuk mengkomunikasikan di antara kita semua, kekeluargaan, dan memfasilitasi teman-teman yang mau berkembang gitu. Nanti kalau ada hal-hal yang digagaskan yang membutuhkan kegiatan-kegiatan rill…ya biar kelompok kecil kelompok sendiri aja gitu. Misalnya mo buat bisnis ya kita bantu-bantu aja, tapi ketika bisnis itu berjalan ya udah itu di luar kajasha, kita gak ngurus itu.

 

Redaksi:

apakah itu artinya kita hanya mensupport saja?

 

Bpk Edi Meyanto:

Ya support aja. Nanti kalau ngurus malah waktunya habis. Karena ini lebih bersifat kegiatan voluntir gitu lho…jadi ya siapa yang bersedia saja. Lebih cocok seperti itu tampaknya. Trus kita tu lebih ke komunikasi, informasi, dan sebagainya aktivitas utamanya itu adalah menyusun data base, itu yang lebih pentig, khususnya adalah anggota-anggota kita. Dan data itu bisa digunakan untuk pertemuan-pertemuan, siapa tahu udah….lebih ke situ.

Kalau kita ke teknis…wah nanti kita habis, dan itu cenderung kurang bisa mengakomodasi banyak keinginan. Organisasi alumni di mana-mana juga gitu kok. Kagama pun juga gitu kan…simpel itu. Biasanya kagama kalo ada unit bisnis ya biasanya terus bentuk unit bisnis sendiri gitu…dan itu di luar kagama.

 

Redaksi:

Kagama itu berperan ketika di awal peroses ya pak, pas pembentukan, untuk mensupport, setelah itu dilepas. Termasuk wisma kagama itu ya?

 

Bpk Edi Meyanto:

Iya…secara organisatoris itu diluar kagama,  tidak ada hubungannya itu. Tapi secar historis ada, atau secara kekeluargaan ada, jadi hubungan batin saja itu, tapi secara organisatoris itu ga ada.

Nah…kita belajar dari situ tu memang rupanya lebih cocok forum komunikasi, sehingga database itu menjadi penting. Media komuniasi juga penting. Jadi ada 2 aktivitas yang nanti itu diperlukan; yang prtama adalah membuat media komunikasi, dan yang kedua adalah membuat database. Jadi kegiatan yang lain-lain itu,….misalnya mengadakan pertemuan, buka bersama atau sejenisnya itu, untuk rapat bersama dsb. Jadi media informasi bisa dalam bentuk cetak yaitu majalah, atau bisa juga dalam bentuk visual yaitu websitenya itul. Dan mungkin sesekali bisa membuat isu-isu itu ga papa, tapi itu sesekali, tapi isu itu yg strategis, tidak yang asal, tidak membuat perbedaan yang sempit, itu kaitannya dengan moral dan etika, misalnya kita membuat ttg kemajuan bangsa harus bagaimana, membuat bangsa yg berguna…kita membuat rekomendasi2, kita diskusi mengundang pakar kajasha dsb, yang sifatnya supportif. Ya itu pernah kita lakukan, seperti seminar proftetik. Ya memang ada permintaan dan harapan dari teman2 untuk membuat sesuatu tapi ya itu tadi kita belum mampu untuk itu.

 

Redaksi:

Nanti matang di konsep tapi ga bisa jalan ya pak?

 

Bpk Edi Meyanto:

Di samping kita juga semua sibuk, kepentingan kita juga beda-beda. Sehingga kita kebanyakan kita itu ide saja, nanti siapa yg akan merealisasikan ide itu ya terserah saja tapi nanti itu lepas dari kajasha. Kita lebih cocok gitu, jadi kita gak selalu dibebani banyak hal.

 

Redaksi:

Nanti malah kontra produktif ya, nanti ketika bersepakat melaksanakan sesuatu kemudian tidak berjalan malah marah-marahan, sehingga malah jadi kontra produktif.

 

Bpk Edi Meyanto:

Apalagi kalau ada aspek legal hukum, itu akan berat juga nantinya.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *